Bertindak sebagai pembina upacara, Bapak Lukman Ghiyali, S.Pd. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan tentang makna upacara sebagai sarana untuk melatih dan menanamkan kedisiplinan kepada para siswa.
Beliau menegaskan bahwa kedisiplinan tidak hanya ditunjukkan melalui ketepatan waktu dalam mengikuti upacara, tetapi juga melalui sikap tertib, tanggung jawab, kepatuhan terhadap aturan, serta kesungguhan dalam melaksanakan setiap tugas. Kebiasaan disiplin yang dilatih sejak di madrasah diharapkan dapat menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.
“Upacara bukan sekadar kegiatan rutin setiap pekan, tetapi menjadi salah satu sarana untuk belajar disiplin, tanggung jawab, kekompakan, dan menghargai simbol-simbol negara,” pesan Bapak Lukman kepada para siswa.
Pada kesempatan tersebut, petugas upacara berasal dari siswa kelas 4A. Para petugas telah mempersiapkan diri dan berlatih secara intensif di bawah bimbingan Pak Lukman, sehingga pelaksanaan upacara dapat berlangsung dengan tertib dan lancar.
Sementara itu, paduan suara berasal dari siswa kelas 5A yang telah mendapatkan latihan dan bimbingan dari Bu Nada. Penampilan paduan suara turut menambah kekhidmatan suasana upacara, khususnya saat menyanyikan lagu-lagu kebangsaan.
Melalui kegiatan upacara bendera ini, MI Al Muta’allimin terus berupaya membangun karakter siswa yang disiplin, bertanggung jawab, percaya diri, kompak, dan memiliki rasa cinta terhadap tanah air. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan upacara, tetapi dapat diterapkan oleh seluruh siswa dalam kegiatan belajar maupun kehidupan sehari-hari.
MI Al Muta’allimin — Disiplin dalam langkah, bertanggung jawab dalam tugas, dan berkarakter dalam kehidupan.